Perpusnas Press Dorong Terbangunnya Ekosistem Penulis di Yogyakarta

- Jumat, 24 Juni 2022 | 08:23 WIB

“Isi tulisan tidak jelas, isinya tidak fokus, ngalor ngidul. Temanya tidak kontekstual atau relevan. Tidak solutif, tidak ada ide baru di tulisan itu. Kesimpulannya tidak ada. Tulisan tidak orisinal atau hanya plagiat,” terang Anton yang juga menjabat Ketua AMSI Yogyakarta.

Baca Juga: IUP yang Ditandatangani Mardani H Maming DiklaimTidak Dipersoalkan dalam Putusan

Dari sisi kebijakan redaksi, Harian Jogja akan membuka kesempatan dan peluang untuk penulis atau masyarakat terkait opini-opini tentang literasi, perpustakaan dan kepustakawan.

Hal ini dinyatakan sebagai respons atas pertanyaan peserta, yang melihat keberpihakan media terhadap isu-isu perpustakaan, masih minim.

Salah satu program yang dijalankan Perpusnas Press dalam menjaring penulis di Indonesia adalah Inkubator Literasi Pustaka Nasional.

 

Baca Juga: Franz Magnis Suseno: Betapa Pentingnya Jadikan Pancasila Sebagai Pegangan

Hadir sebagai narasumber sosialisasi, salah satu penulis Inkubator Literasi Pustaka Nasional Tahun 2020, Yosef Kelik.

Dia berbagi pengalaman proses yang dilalui hingga dapat masuk 15 penulis terbaik dengan karyanya yang dibukukan dengan judul Inovasi Pustakawan Untuk Indonesia Maju.

“Inkubator Literasi sebagai salah satu kegiatan kepenulisan memberikan dampak yang sangat baik buat saya dalam menyalurkan gagasan dan pendapat saya,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Solidaritas Mahasiswa Teknik Mesin Tinggi

Rabu, 3 Agustus 2022 | 15:39 WIB
X