Pesantren Ramah Anak dan Anti Bullying, Ya As Sa'idiyyah 2

- Jumat, 29 Juli 2022 | 02:18 WIB



JAKARTA.suaramerdeka.Jakarta.com - Jombang ditabalkan sebagai Kota Santri muasalnya tidak lepas dari realitas  kalau dikawasan ini memang  berserak pondok-pondok pesantren yang mumpuni, semisal Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras yang dibesarkan  Kh. Wahab Hasbullah, salah satu Kyai besar pendiri Nahdlatul Ulama.

Turunan dari Ponpes Bahrul Ulum salah satunya adalah Pondok Pesantren As Sa'idiyyah 2, Bahrul Ulum yang terletak diJalan Kyai Haji Abdul Wahab Hasbullah, Nomor 24-14, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Pondok As Sa'idiyyah 2 ini didirikan pada 2004. Dari tahun ke tahun pondok ini semakin banyak santrinya.

Baca Juga: Jawaban Keisya Levronka Usai Ivan Gunawan-Astrid Tiar Minta Maaf: Gak Fair Aku Dijudge Karena Lemah Di 1 Nada



Pondok As Sa'idiyyah 2 semakin berkembang dengan program-program yang relevan sesuai kebutuhan anak-anak. Tentu saja perjalanannya sangat terjal, membutuhkan waktu, biaya, pikiran dan berbagai macam hal untuk mendukung tercapainya pesantren ramah anak.

Perjuangan panjang terus-menerus memang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan. Mengarahkan segala tenaga agar program-program pondok bisa menekan atau menisbikan kekerasan. Para pengasuh pondok pesantren As Sa'idiyyah 2 ini berharap dalam perjalanan berikutnya Pondok Anti kekerasan betul-betul terwujud.

Dengan begitu pondok jadi  semakin baik, semakin unggul, semakin ramai, semakin bersih dan yang sangat penting, dicintai santrinya.  Mereka bisa merasakan bahwa pesantrennya sangat nyaman untuk  belajar, nyaman beraktivitas, nyaman mengaji, nyaman sekolah, nyaman bersamaan, nyaman beristirahat dan nyaman ketenangan.

Baca Juga: Festival Akuatik Indonesia: Jawa Timur Semakin Kokoh di Puncak Klasemen



Anak-anak santri bisa belajar dengan happy dan tidak ada ketegangan sama sekali. Tidak ada tekanan-tekanan yang bersifat fisik maupun non fisik. Tidak ada gangguan-gangguan fisik maupun non  fisik.

Tentu saja untuk menggapai semua kesempurnaan itu masih diperlukan perjuangan. Saat ini memang masih banyak kekurangan-kekurangan tapi akan terus dilengkapi dari disempurnakan.

Visi dari Ponpes As Saidiyyah 2 adalah  beraqidah aswaja, berwawasan global, berkarakter ramah anak dan anti bullying. Sedangkan misinya mendidik  santri mampu membaca kitab kuning, berbasis ramah anak dan anti bullying, mampu berbahasa asing (Arab & Ingris) dan berakhlaqul karimah.

Baca Juga: Bappenas: Pembangunan IKN Nusantara Berkonsep Ekonomi Sirkular

Bila kita masuk kedalam gedung yang representatif, fasilitas yang kita temui adalah musholla, yang  bersih dan nyaman, perpustakaan dengan perangkat komputer dan internet untik menyelesaikan tugas,  kamar tidur yamg bersih, lemari dan  ranjang tidur, blower pendingin kamar agar santri merasa nyaman. Apalagi di pondok ini santri  free loundry dan sebagainya.

Tap tidak sebagaimana ghalibnya pondok-pondok yang ada, Ponpes As Sa'idiyyah 2 menyematkan tagline yang bikin adem dan nyaman para orang tua, yakni " Pondok Anti Bullying dan Ramah Anak..

Lalu apa  sejatinya maksut Tagline " Pondok Anti bulying dan ramah anak? Pengasuh  Ponpes As Sai'diyyah 2, Hj.Umdatul Choirot  yang biasa dan akrab di panggil, Bu Nyai Umda, menegaskan.

Baca Juga: Bappenas: Pembangunan IKN Nusantara Berkonsep Ekonomi Sirkular


"Kami disini mendidik dengan hati. Lalu para santrinya sendiri bergaul dengan sesama santri dan terajut dengan ramah serta tidak  saling menyakiti secara fisik maupun non fisik. Semua yang ada disini ini sifatnya mendidik dan berproses menuju kesadaran pribadi agar kelak berkarkter humanis serta mampu menjaga diri dan orang lain," jelas Dosen Universitas  Wahab Chasbullah (Unwaha) ini.

Disadari atau tidak, tagline ini seolah mengaflikasikan penyadaran untuk menjamin seorang anak agar kehidupannya bisa berjalan dengan normal, dimana negara  sendiri telah memberikan payung hukum yakni Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Alumni  IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta  Fak Syari'ah,Tafsir Hadit ini mengurainya lagi, "Disini para santri tidak boleh mengganggu ketenangn orang lain, menyakiti fisik, non fisik, mencela, mengambil atau merusak  milik orang lain. Bahkan para santri tidak boleh pegang atau mencolek anggota badan orang lain. Juga tidak boleh memberi julukan yang tidak pantas pada orang lain," tegas Dosen Ilmu Al Qur'an, Unwaha, Tambakberas, Jombang.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program Sekolah Swasta Gratis Diharap Terus Berjalan

Minggu, 18 September 2022 | 20:31 WIB

Ridwan Kamil Inisiasi Piala Gubernur Pelajar Juara

Jumat, 19 Agustus 2022 | 14:18 WIB

Inilah Tiga Evaluasi P2G Seminggu PTM 100 Persen

Kamis, 13 Januari 2022 | 21:38 WIB
X