Matakin Sambut Baik Kemendikbudristek Revisi Buku PPKn untuk SMP Kelas VII

- Minggu, 31 Juli 2022 | 20:57 WIB
Rumah ibadat umat Khonghucu, Kelenteng Kong Miao (Istimewa)
Rumah ibadat umat Khonghucu, Kelenteng Kong Miao (Istimewa)

JAKARTA- Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) menyambut baik revisi atau perbaikan yang akan dilakukan Kemendikbudristek, terkait buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) untuk SMP Kelas VII Kurikulum Merdeka.

Pada buku PPKn yang diterbitkan Kemendikbudristek mencantumkan penjelasan atau deskripsi terhadap Khonghucu yang tidak seluruhnya tepat.

Beberapa hal yang menjadi perhatian Matakin, seperti penulisan tentang kapan Agama Khonghucu berkembang dan tidak disebutkannya Kitab Suci Agama Khonghucu.

Baca Juga: Pantau Pelatihan Mengemudi Gratis bagi Warga Tak Mampu, Menhub Budi Karya: Ambil Kesempatan Ini Sebaik-baiknya

Hal demikian disampaikan perwakilan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), Ws Chandra Setiawan, saat menghadiri undangan Ketua Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo melalui aplikasi zoom meeting Kementerian Agama (Kemenag) yang menaungi tiga agama Hindu, Buddha dan Khonghucu dan majelis agama yang terkait, Sabtu (30/7/2022).

Dalam pertemuan tersebut, agama Khonghucu diwakili Suparno dari Pusbimdik Khonghucu, dan dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) diwakili antara lain Ws Chandra Setiawan, Ws Urip Saputra, Lanny Guito dan Js Yugi Yunardi.

Menurut Ws Chandra Setiawan, maksud dari rapat di atas adalah pemerintah memberikan kesempatan kepada otoritas masing-masing agama untuk melakukan revisi terhadap deskripsi agamanya masing-masing yang terdapat dalam Buku PPKn untuk SMP Kelas VII Kurikulum Merdeka pada halaman 79.

Baca Juga: Tahun Baru Islam, H. Maslani: Momen Memperbaiki Diri dan Perbanyak Amal

“Tentu dari Matakin menyambut baik dikarenakan deskripsi terhadap Khonghucu tidak seluruhnya tepat, seperti penulisan tentang kapan Agama Khonghucu berkembang dan tidak disebutkannya Kitab Suci Agama Khonghucu,” kata Ws Chandra Setiawan, Minggu (31/7/2022).

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahasiswa i3L Juara ONMIPA Bidang Biologi

Rabu, 5 Oktober 2022 | 11:17 WIB

Citra Jadi Ikhtiar Tanamkan Cinta Nusantara

Jumat, 30 September 2022 | 10:32 WIB

Merajut Asa Pendidikan di Indonesia Timur

Senin, 26 September 2022 | 15:04 WIB
X