Kemendikbudristek Lakukan Perjanjian Kerja Sama Baru dengan Sebelas Industri di KIK

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:36 WIB
Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) baru dengan sebelas industri yang berada di Kawasan Industri Kendal (KIK) yang dilakukan serentak di Jakarta pada Jumat, 12 Agustus 2022  (SM/Dok)
Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) baru dengan sebelas industri yang berada di Kawasan Industri Kendal (KIK) yang dilakukan serentak di Jakarta pada Jumat, 12 Agustus 2022 (SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Sebagai upaya menyelaraskan lulusan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus berupaya meningkatkan ekosistem kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dunia industri (DUDI).

Sebagai implementasinya, Kemendikbudristek melakukan perjanjian kerja sama (PKS) baru dengan sebelas industri yang berada di Kawasan Industri Kendal (KIK).

Sebelas industri tersebut adalah PT United Tractors, Tbk, PT Erajaya Sembada, Tbk, PT Talent Growth, PT Kawasan Industri Kendal, PT Central Pertiwi Bahari, PT Sinar Harapan Plastik, PT Global Textile, PT Rumah Masa Depan, PT Buana Adhaya Agung Indonesia, PT Adhimix RMC Indonesia, PT Maju Bersama Gemilang.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kiki Yuliati, menjelaskan bahwa kerja sama yang dibangun bertujuan untuk mencapai keselarasan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, di mana pada akhirnya dapat mendukung terselaraskannya lulusan pendidikan vokasi dengan dunia kerja.

Apalagi saat ini, kata Kiki, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil yang sesuai dengan standar industri.

"Potensi pendidikan vokasi yang sifatnya terbuka, aplikatif, dan fleksibel menjadi jawaban untuk percepatan penyiapan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri," kata Kiki, dalam acara penandatanganan PKS yang dilakukan serentak di Jakarta, pada Jumat, 12 Agustus 2022.

Terwujudnya keselarasan melalui penguatan kemitraan ini, lanjut Kiki, bisa sebagai jaminan untuk dapat membekali lulusan pendidikan vokasi dengan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan industri.

Kiki menjelaskan, Kurikulum Merdeka yang diterapkan di sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi membuat implementasi kemitraan dan penyelarasan satuan pendidikan vokasi dengan dunia kerja sangat dimungkinkan, seperti dengan menghadirkan guru tamu/praktisi dari industri untuk mengajar di sekolah.

"Kurikulum Merdeka yang diterapkan di SMK dan perguruan tinggi memungkinkan satuan pendidikan untuk menyesuaikan kurikulum yang diajarkan di sekolah disesuaikan dengan kebutuhan industri di masing-masing daerah," jelasnya.

Kiki menambahkan, saat ini pemerintah serius dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi. Komitmen tersebut diwujudkan dengan terbitnya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revialisasi SMK, dilanjutkan dengan Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Citra Jadi Ikhtiar Tanamkan Cinta Nusantara

Jumat, 30 September 2022 | 10:32 WIB

Merajut Asa Pendidikan di Indonesia Timur

Senin, 26 September 2022 | 15:04 WIB

359 Pelajar Ikuti Kompetisi Roket Air Regional 2022

Minggu, 25 September 2022 | 19:06 WIB
X