Benarkah Mantan Founder Startup Tak Laku di Bursa Kerja?

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 18:19 WIB

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sepanjang 2022 ini, di seluruh dunia terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada karyawan sektor teknologi.

Perhatian besar juga muncul terkait nasib para founder startup yang perusahaannya terpaksa tutup karena kekurangan pendanaan atau faktor lain.

Sebuah riset yang digelar Yale University, Amerika Serikat, menunjukan kondisi anomali. Riset bertajuk “Are Former Startup Founders Less Hireable?”

Baca Juga: Ketua LPSK: Bu Putri Ini Perlu Perlindungan Atau Ada Yang Mengajukan?

 

Survey yang melibatkan 2.400 responden itu juga menyebutkan, para mantan pendiri startup yang usahanya sukses rupanya punya peluang lebih kecil 33 persen untuk diundang wawancara kerja. 

Menurut survey itu, ketika dihadapkan dengan kandidat pekerja yang memiliki dua hal tersebut, yang lazimnya dimiliki para pendiri startup, ternyata perusahaan lebih berpeluang memilih kandidat yang bukan berlatar belakang pendiri startup.

Pengamat kewirausahaan sosial Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Rudy Handoko, berpendapat problemnya, ada semacam stigma pada para founder startup, pada sebuah perusahaan startup punya karakter arogan, merasa serba tahu, dan stigma negatif lainnya. 

Baca Juga: Dokter Spesialis: Belum Ada Bukti BPA Sebabkan Gangguan Janin dan Kanker

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal 5 Prodi Andalan BRI Institute

Jumat, 2 September 2022 | 17:32 WIB
X