John Riady Puji Kebijakan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan RAPBN 2023

- Senin, 29 Agustus 2022 | 18:57 WIB
Chief Executive Officer PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady (Algooth Putranto)
Chief Executive Officer PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady (Algooth Putranto)

Jakarta, suaramerdeka-jakarta.com - Praktisi pendidikan dan industri kesehatan, John Riady menilai langkah pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan dan pendidikan yang besar dalam RUU APBN 2023 memperlihatkan keseriusan pemerintah mendongkrak kualitas SDM untuk menghadapi disrupsi teknologi dan menyikapi tantangan masa depan.

Direktur Eksekutif Lippo Group, John Riady menyatakan langkah pemerintah tersebut sudah tepat dan strategis. Dari konfigurasi RAPBN, katanya, mencerminkan sensitivitas pemerintahan Presiden Joko Widodo terhadap tantangan masa depan.

“Hal inipun disoroti Pak Jokowi dalam pidato pada Rapat Paripurna DPR RI, bahwa peningkatan SDM tidak bisa ditawar dalam menghadapi disrupsi teknologi serta berkah demografi,” jelasnya.

Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo, RAPBN 2023 direncanakan sebesar Rp3.041,7 triliun. Dari anggaran tersebut, alokasi pemerintah untuk pendidikan mencapai Rp608,3 triliun atau sebesar 20 persen sebagaimana diamanatkan undang-undang.

Selain itu, untuk anggaran kesehatan, pemerintah mengalokasikan sebesar Rp169,8 triliun atau 5,6 persen dari belanja negara. Sisanya, dialokasikan untuk perlindungan sosial bagi masyarakat miskin sebesar Rp479,1 triliun, serta belanja pemerintah pusat maupun transfer dana daerah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan alokasi anggaran yang besar terhadap sektor kesehatan dan pendidikan bisa memupuk kualitas SDM. “Kita harus mampu memanfaatkan bonus demografi dan siap menghadapi disrupsi teknologi, kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang produktif, inovatif, dan berdaya saing global,” ungkap presiden.

Namun demikian, John mengungkapkan upaya peningkatan kualitas SDM bukan saja mensyaratkan anggaran yang besar, melainkan pula program dan kebijakan tepat sasaran. Pasalnya, untuk anggaran pendidikan saja, Indonesia sejak 2009 merupakan negara yang rutin menyisihkan alokasi terbesar di jajaran negara Asean.

Berdasarkan rasio terhadap belanja negara, Indonesia, Singapura, dan Malaysia merupakan negara tertinggi yang menyisihkan sekitar 20 persen untuk sektor pendidikan. Sebaliknya, berdasarkan indek sumber daya manusia (Human Capital Index/HCI) yang dirilis Bank Dunia, posisi Indonesia jauh di bawah kedua negara.

Pada 2020, Indonesia mendapat skor HCI sebesar 0,54 poin. Skor itu menempatkan Indonesia di bawah Vietnam (0,69 poin), Brunnei (0,63 poin), Thailand (0,61 poin), dan Malaysia (0,61 poin). Sedangkan Singapura memiliki HCI dengan skor 0,88 poin, sekaligus menjadi yang tertinggi di dunia.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Februari, Pendaftaran IISMA 2023 akan Dibuka

Kamis, 26 Januari 2023 | 21:12 WIB
X