Pendidikan Kursus Perlu Dikembangkan agar Perannya Semakin Kuat

- Kamis, 22 September 2022 | 19:15 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati (SM/Prajtna Lydiasari )
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati (SM/Prajtna Lydiasari )

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati mengatakan peserta Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) akan dihitung angka kreditnya ketika melanjutkan ke perguruan tinggi.

Sebagai contoh, peserta kursus yang telah menjalani 1-2 tahun bisa diakui hingga 24 SKS, atau masuk di perguruan tinggi langsung di semester ketiga.

"Pendidikan kursus perlu mendapat dukungan dan terus dikembangkan agar perannya semakin kuat, dan salah satunya dengan terus memperkokoh kerja sama dengan pihak-pihak eksternal untuk mengembangkan program-programnya sehingga kursus sebagai bagian dari pendidikan vokasi benar-benar membawa perubahan pada masyarakat," ujarnya pada acara penandatanganan kerja sama di Bogor, Rabu malam, 21 September 2022.

Kiki menerangkan LKP memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam peningkatan sumber daya manusia melalui kecakapan hidup (life skill). Ia juga mengungkapkan program pendidikan vokasi memberikan tiga nilai penting yakni nilai pendidikan, nilai ekonomi, dan nilai sosial.

"Pendidikan vokasi tidak hanya memberikan nilai keterampilan, namun juga memberikan nilai pendidikan. Kemudian pendidikan vokasi juga memberikan kesempatan bekerja, berwirausaha dan melanjutkan studi pendidikan. Sehingga pendidikan vokasi harus memberikan nilai ekonomi," ungkapnya.

Nilai selanjutnya, lanjut Kiki, pendidikan vokasi harus mampu mencetak lulusan yang mandiri. "Mampu menjaga dirinya sendiri, sekaligus mengabdikan dirinya. Untuk itu, nilai pendidikan vokasi lainnya adalah nilai sosial," tuturnya.

Untuk diketahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi memfasilitasi penandatanganan kesepakatan kerja sama antara empat perguruan tinggi dengan 54 LKP untuk program RPL.

Lewat penandatangan kerja sama ini, empat perguruan tinggi yakni Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Terbuka, dan Universitas Negeri Jakarta akan menerima mahasiswa dari lulusan LKP. ***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Gandeng IKCS, President University Gelar Korea Edufair

Selasa, 8 November 2022 | 19:18 WIB
X