Perubahan Seleksi Mahasiswa Baru di PTN, Lebih Berfokus pada Kemampuan Bernalar

- Rabu, 28 September 2022 | 07:18 WIB
Founder dan Chief Education Officer  Zenius, Sabda PS (SM/Prajtna Lydiasari )
Founder dan Chief Education Officer Zenius, Sabda PS (SM/Prajtna Lydiasari )

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Adanya perubahan pada skema seleksi mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) dianggap sebagai sebuah transformasi positif di dunia pendidikan. Aturan yang akan berlaku ini dianggap inklusif, holistik, dan transparan bagi seluruh kalangan.

"Kebijakan ini juga dianggap mampu mendorong pembelajaran menyeluruh, lebih berfokus pada kemampuan penalaran, lebih transparan, lebih inklusif, dan mengakomodasi keragaman peserta didik, serta lebih terintegrasi," ujar Founder dan Chief Education Officer Zenius, Sabda PS saat ditemui di Jakarta pada Selasa, 27 September 2022.

Seperti diketahui bahwa pada awal September lalu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengubah aturan seleksi mahasiswa baru di PTN.

Perubahan tersebut dilakukan pada seluruh jalur seleksi masuk PTN, yaitu seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), dan Ujian Mandiri.

SNMPTN akan mengacu pada rata-rata nilai rapor dan minat dan bakat siswa. Sementara untuk Ujian Mandiri, kesempatan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta untuk PTN transparan untuk kuota penerimaan, metode ujian, dan besaran biaya masuk.

Selain itu, Kemendikbudristek juga menghapuskan tes potensi akademik (TPA) pada SBMPTN, dan hanya menyisakan tes potensi skolastik (TPS) saja

Pada seleksi berdasarkan jalur prestasi (SNMPTN), nantinya akan menggunakan perhitungan minimal 50 persen nilai rapor seluruh mata pelajaran dan maksimal 50 persen komponen penggali minat bakat, sehingga siswa kini lebih terdorong untuk berprestasi di seluruh mata pelajaran. Siswa tidak lagi dihadapkan hanya pada beberapa mata pelajaran tertentu saja.

Berangkat dari hal tersebut, siswa diharapkan dapat memberikan perhatian dan fokus yang sama pada seluruh mata pelajaran. Terlepas dari itu, kini siswa juga dituntut untuk tidak mengabaikan nilai-nilai mata pelajaran yang lain.

Justru, kesempatan ini dapat digunakan bagi siswa untuk mempelajari bidang-bidang sesuai passion yang selama ini tidak menjadi mata pelajaran utama, termasuk mata pelajaran yang berkaitan dengan kesenian, olahraga, dan lain-lain.

Mempersiapkan siswa mengasah kemampuan bernalar yang baik

Pelaksanaan SBMPTN ke depan juga akan berfokus pada kemampuan penalaran dan
pemecahan masalah (tes skolastik), yang terdiri dari potensi kognitif, penalaran matematika, literasi Bahasa Indonesia, dan literasi Bahasa Inggris.

Untuk itu, siswa tidak lagi dibebankan pada kemampuan untuk menghafal materi atau rumus. Namun siswa dihadapkan pada permasalahan baru yang menuntut kemampuan bernalar siswa untuk menerapkan rumus atau konsep sebuah pelajaran ke dalam sebuah masalah.

Di sini lah peranan platform edukasi bisa membantu guru dan sekolah dalam mempersiapkan materi-materi yang dibutuhkan untuk mengakomodir kebutuhan siswa. Platform edukasi seperti Zenius, memiliki ratusan ribu soal TPS yang bisa digunakan sekolah atau guru untuk meningkatkan potensi skolastik para siswa mereka.

Sejak 2004, Zenius selalu menekankan pada pemahaman konsep dan pemahaman fundamental dalam menyampaikan materi pelajaran.

Merespon kebijakan untuk masuk PTN yang baru, Sabda mengatakan siswa akan memiliki tantangan yang lebih besar untuk masuk PTN, karena siswa jadi memiliki banyak pilihan untuk memilih jalur untuk masuk perguruan tinggi idaman mereka.

"Untuk UTBK misalnya, dari sisi siswa, memang terlihat lebih mudah karena tidak terlalu banyak mata pelajaran yang harus dipelajari. Tapi ini akan menjadi tantangan tersendiri," katanya.

Karena, lanjut dia, TPS dianggap mudah bagi kebanyakan siswa, UTBK tahun depan akan menjadi lebih sulit atau lebih kompetitif. "Untuk itu, siswa tetap harus mempersiapkan UTBK dengan maksimal," tuturnya.

Khusus bagi para siswa, Zenius juga telah mengembangkan cara belajar adaptif melalui fitur ZenCore. Di sini, setiap siswa dapat melatih kemampuan fundamental di tiga bidang yaitu Matematika, Bahasa Inggris, dan logika verbal, yang disesuaikan dengan level kemampuan masing-masing.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X