Pemerintah Didorong Gratiskan Pendidikan Perguruan Tinggi

- Kamis, 29 September 2022 | 16:35 WIB
Tangkapan layar Gelora Talk bertajuk Pengangguran Anak Muda, Potret Negeri dan Mimpi untuk Indonesia. (Gelora Media Center)
Tangkapan layar Gelora Talk bertajuk Pengangguran Anak Muda, Potret Negeri dan Mimpi untuk Indonesia. (Gelora Media Center)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Pemerintah didorong untuk menggratiskan pendidikan di perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, perusahaan-perusahaan di tanah air diminta untuk aktif dan terlibat langsung dalam penyerapan tenaga kerja terdidik.

"Hal itu bagian dari agenda politik Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dalam rangka melakukan reformasi sistem pendidikan di Indonesia," kata Ketua Bidang Generasi Muda Partai Gelora Hudzaifah Muhibullah dalam Gelora Talk bertajuk Pengangguran Anak Muda, Potret Negeri dan Mimpi untuk Indonesia, Rabu (28/9).

Menurutnya, hal itu juga dalam rangka menekan jumlah pengangguran anak muda. Dia mencontohkan, di Jerman pendidikan tingginya gratis sampai S3.

"Tapi kalau di Indonesia cukup S1 dulu. Nah, agenda politik Partai Gelora adalah menjadikan pendidikan tinggi di Indonesia ini menjadi hak azasi bagi seluruh anak bangsa. Jadi pendidikan tinggi harus gratis," ujarnya.

Dikatakan, semua perusahaan di Jerman terlibat langsung dalam pendidikan. Sehingga penyerapan tenaga kerjanya benar-benar terserap.

"Jadi ketika mereka kuliah, mereka juga sudah dapat gaji dan gajinya sangat besar. Partai Gelora ingin hal itu juga terjadi di Indonesia," tandasnya.

Penjurusan
Selain itu, di Jerman sejak kelas 5 SD sudah diarahkan ke penjurusan atau peminatannya dalam bidang vokasi. Sehingga tingkat pengangguran anak mudanya relatif rendah.

"Saya kira upaya Eropa mereduksi penggangguran seperti di Jerman bisa diterapkan di Indonesia. Misalnya mengintegrasikannya di tingkat ASEAN secara politik dan ekonomi," tegasnya.

Menurut dia, saat ini banyak pengangguran anak muda, karena tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, baik pendidikan maupun keahlian.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X