Rapor Pendidikan, Terobosan Baru untuk Evaluasi Kinerja Sekolah secara Terintegrasi

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:13 WIB
SM/Dok
SM/Dok

BOGOR, suaramerdeka-jakarta.com - Rapor pendidikan, disampaikan Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Standar dan Kebijakan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Irsyad Zamjani merupakan terobosan baru untuk mengevaluasi kinerja sekolah secara menyeluruh dan terintegrasi. Model-model evaluasi ini dinilai sebagai model evaluasi yang paling efektif, efisien dan tepat sasaran.

"Memang sebagai sesuatu yang baru, sekolah-sekolah masih tahap adaptasi, tahap belajar dan memahami apa itu model rapor pendidikan," ujar Irsyad pada media gathering Forum Wartawan Pendidikan dan Kebudayaan (Fortadikbud) di Bogor pada Ahad, 2 Oktober 2022.

Irsyad meyakini bahwa nantinya semua sekolah akan login aplikasi rapor pendidikan. Mengingat jenis evaluasi ini memang benar-benar membuat warga sekolah tidak lagi disibukkan oleh berbagai evaluasi yang tumpang tindih dan merepotkan seperti sebelum-sebelumnya.

"Dan sekolah maupun guru dapat melakukan hal-hal yang jauh lebih bermanfaat dibanding mengisi lembaran evaluasi pendidikan," terangnya.

Oleh karena itu, Kemendikbudristek menargetkan, akhir tahun 2022 ini semua sekolah baik sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) maupun sekolah menengah atas (SMA) sudah login ke aplikasi rapor pendidikan.

Melalui satu aplikasi, maka evalusi pendidikan baik terkait siswa, model pembelajaran, guru-guru, kepala sekolah, kondisi lingkungan belajar dan peran masyarakat atau lingkungan tergambar dengan lebih riil.

Dengan cara demikian maka hasil evaluasi bisa lebih dimanfaatkan untuk mengintervensi kebijakan guna memajukan sekolah yang bersangkutan.

"Data profil dan rapor pendidikan ini bisa menjadi referensi bagi pemerintah baik pusat maupun daerah untuk melakukan evaluasi. Evaluasi ini bisa bersifat internal maupun eksternal," ungkapnya.

Menurutnya, hasil rapor pendidikan ini juga memungkinkan sistem akreditasi sekolah bisa dilakukan lebih cepat dan efisien. Sebab, selama ini akreditasi sekolah sering terkendala oleh kegiatan visitasi dari tim penilai.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X