Indonesia Perlu Bentuk Ekosistem Kolaborasi antara Industri dan Pendidikan

- Sabtu, 22 Oktober 2022 | 10:23 WIB
Acara Kick Off Ekosistem Kedaireka 2022,  “Collaborate and Innovate for a Sustainable Future” di Hotel Borobudur, Jakarta pada Jumat, 21 Oktober 2022. (SM/Prajtna Lydiasari)
Acara Kick Off Ekosistem Kedaireka 2022, “Collaborate and Innovate for a Sustainable Future” di Hotel Borobudur, Jakarta pada Jumat, 21 Oktober 2022. (SM/Prajtna Lydiasari)

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Inovasi menjadi faktor penting yang berdampak pada peningkatan produktivitas dan pertumbuhan suatu negara. Oleh karenanya, untuk mengakselerasi pertumbuhan, Indonesia perlu membentuk ekosistem kolaborasi antara industri dan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam di sela-sela acara Kick Off Ekosistem Kedaireka 2022, “Collaborate and Innovate for a Sustainable Future” di Hotel Borobudur, Jakarta pada Jumat, 21 Oktober 2022.

Guna mendukung Indonesia Emas 2045 dan membentuk learning ecosystem antara Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dengan pendidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek, melalui Kedaireka melakukan “Kick Off Program Ekosistem Kedaireka”.

Dengan mengusung tema “Collaborate and Innovate for a Sustainable Future”, Ekosistem Kedaireka diawali dengan dua kegiatan yakni CEO Mentorship dan RekaTalks. Kegiata tersebut menghadirkan pemateri pejabat pemerintah, akademisi dari perguruan tinggi, praktisi dari petinggi DUDI dan penerima manfaat program Matching Fund Kedaireka.

Saat membuka kegiatan CEO Mentorship, Nizam menyampaikan bahwa, Kedaireka meluncurkan inisiasi Ekosistem Kedaireka berisikan program-program yang diharapkan mampu meningkatkan wawasan dan membuka peluang kolaborasi lainnya bagi insan perguruan tinggi dan mitra industri.

"Perwakilan insan perguruan tinggi, mitra industri serta masyarakat umum yang hadir diharapkan dapat memahami urgensi menciptakan ekosistem kolaborasi dan pentingnya memprioritaskan inovasi di berbagai macam industri," ujarnya.

Program CEO Mentorship, lanjut Nizam, sebagai bagian dari Ekosistem Kedaireka bertujuan meningkatkan minat insan perguruan tinggi, umum dan industri dalam berkolaborasi serta berinovasi melalui cerita pengalaman para pemimpin dan ahli di bidangnya.

"Melalui program ini, insan perguruan tinggi dan industri diharapkan terinspirasi mengambil aksi nyata serta berani berinovasi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada," tuturnya.

Kemudian RekaTalks mengangkat dua tema yakni “Digitalisasi ekonomi dan inovasi yang inklusif: Merangkai ulang environmental social governance (ESG) pasca pandemi” dan “Ekonomi Biru: Eksplorasi Kolaborasi Inovasi Untuk Meningkatkan Ekonomi Berkelanjutan”.

Kegiatan ini menghadirkan kisah-kisah inspiratif dari Insan Perguruan Tinggi dan DUDI penerima manfaat program Matching Fund Kedaireka 2021-2022 yang terpilih.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek, Tjitjik Sri Tjahjandarie mengatakan bahwa, RekaTalks sebagai salah satu bagian dari Ekosistem Kedaireka diharapkan menjadi ajang promosi bagi inovasi-inovasi insan perguruan tinggi.

"Tidak terbatas sampai disitu, program ini diharapkan mampu menginspirasi dan mengobarkan semangat insan perguruan tinggi dan mitra industri di seluruh Indonesia untuk berinovasi dan berkolaborasi demi kemajuan bangsa Indonesia," kata Tjitjik.

Dia pun berharap, kegiatan ini dapat membangun kesadaran dan pengetahuan publik mengenai keberadaan Kedaireka sebagai sebuah ekosistem kolaborasi dan inovasi antara perguruan tinggi dan industri.

"Setelah awareness tersebut berhasil terbangun, diharapkan adanya peningkatan partisipasi publik baik dari akademisi (perguruan tinggi) dan industri dalam kegiatan-kegiatan Ekosistem Kedaireka," pungkasnya.

Untuk diketahui, Ekosistem Kedaireka terdiri dari tujuh program meliputi Kedaireka Academy, RekaTalks, Match Making Innovation Forum, RekaPitch, CEO Mentorship, RekaPreneur dan RekaPods.

Selain CEO Mentorship dan RekaTalks yang telah dilaksanakan pada 21 Oktober 2022 di Jakarta, lima kegiatan lainnya akan dilaksanakan di beberapa kota besar di Indonesia pada periode Oktober 2022 hingga November 2022. ***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pancasila Membumi di Universitas Pancasila

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:16 WIB

SNPMB Cukup Mendaftar dan Laksanakan Tes Sekali

Rabu, 11 Januari 2023 | 14:50 WIB
X