Optimalisasi Kurikulum Merdeka agar Peserta Didik dapat Belajar dengan Menyenangkan

- Sabtu, 12 November 2022 | 13:34 WIB
 (SM/Dok)
(SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK), Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Praptono mengatakan bahwa salah satu kebijakan strategis dalam Merdeka Belajar, yaitu Kurikulum Merdeka adalah pilihan terbaik untuk mengatasi persoalan pendidikan di Indonesia dalam rangka menghasilkan lulusan yang berkualitas.

"Kurikulum Merdeka yang hadir dengan mengusung semangat kesederhanaan, fleksibilitas, dan kontekstual dalam pembelajaran harus bisa kita jalankan dengan optimal dengan sebaik-baiknya," kata Praptono.

Optimalisasi kurikulum ini, menurut Praptono semata agar peserta didik di Indonesia dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan serta dapat mengembangkan potensinya sehingga Profil Pelajar Pancasila yang menjadi tujuan dari pendidikan nasional dapat terwujud.

"Untuk itulah kita membutuhkan guru-guru hebat di negeri ini. Guru yang mampu menampilkan lima karakter keunggulan yaitu kemandirian, berorientasi pada peserta didik, terbiasa dengan budaya refleksi, berinovasi, serta memiliki kematangan mental, moral, dan spiritual," terangnya.

Guru dan Kepala Sekolah SD Negeri 26 Krui, Isdiarto mengungkapkan pengalamannya selama mengajar dan menerapkan Kurikulum Merdeka di tempat tugas. Meskipun sekolahnya berjarak sekitar 20 km dari ibukota kecamatan dengan akses jalan yang sangat tidak memadai.

"Secara geografis wilayah sekolah kita berada di hutan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBPS) dan diapit langsung Samudera Hindia," ungkap Isdiarto.

Hal ini tidak membuatnya surut langkah untuk menghadirkan pembelajaran yang semakin baik bagi anak didiknya.

"Akses jalan kita masih berupa jalan tanah, ketika musim hujan berubah menjadi jalan berlumpur. Lalu, kita harus menyusuri hutan TNBPS atau menyusuri pantai di waktu-waktu tertentu. Kita juga harus melalui lima muara untuk mencapai sekolah dan pada saat musim penghujan, beberapa jembatan tidak ada, luar biasa akses jalannya," kisah Isdiarto.

Bercerita mengenai apa yang menjadi motivasinya untuk tergerak berprofesi sebagai guru dan mengajar di sekolah tersebut, Isdiarto menjawab bahwa ia terenyuh dengan kondisi awal sekolah dan bagaimana semangat anak-anak untuk tetap belajar.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Februari, Pendaftaran IISMA 2023 akan Dibuka

Kamis, 26 Januari 2023 | 21:12 WIB
X