Kemendikbudristek telah Fasilitasi 1.402 SMK Pusat Keunggulan di Seluruh Indonesia

- Jumat, 18 November 2022 | 19:47 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Vokasi), Kiki Yuliati (SM/Dok)
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Vokasi), Kiki Yuliati (SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Tahun 2022, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah memfasilitasi 1.402 sekolah menengah kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Proporsi dari jumlah tersebut, sebanyak 1.029 SMK PK memperoleh bantuan dari pemerintah melalui skema Matching Fund dan sebanyak 373 SMK PK mendapat hibah dari industri atau melalui skema pemadanan.

"Tahun pertama ini, ketika kami menunjukkan SMK PK, ada 349 dunia usaha dan dunia industri (DUDI) telah bersinergi dengan satuan pendidikan di daerah dengan investasi sebesar Rp439 miliar," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kiki Yuliati di Jakarta pada Kamis, 17 November 2022.

Menurutnya, tidak hanya industri-industri besar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun turut mengambil bagian dari kolaborasi tersebut. Oleh karena itu, Kiki menerangkan, pemerintah akan terus berkomitmen mengembangkan ekosistem pendidikan vokasi, salah satunya melalui program SMK PK Skema Pemadanan dan Matching Fund.

"Ini akan terus kita lakukan guna mengolaborasikan sektor pendidikan dengan industri agar dapat menghasilkan SDM yang unggul, tangguh, dan relevan dengan kebutuhan industri," terangnya.

Hal ini telah sejalan dengan instruksi Presiden yang dituangkan dalam Peraturan Presiden tentang Implementasi Pendidikan Vokasi. "Pendidikan vokasi menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Untuk itu, Presiden menaruh harapan besar untuk kemajuan pendidikan vokasi," tuturnya.

Implementasi SMK PK Skema Pemadanan

Pada kesempatan yang sama, Direktur SMK, Wardani Sugiyanto, mengatakan bahwa SMK PK berfokus pada pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan DUDI, hingga akhirnya menjadi SMK model dan rujukan bagi SMK lainnya.

"SMK PK ini merupakan bagian dari Merdeka Belajar yang sudah dimulai sejak 2021, bahkan 2020 sudah diawali dengan adanya SMK Center of Excellence (CoE)," kata Wardani.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X