Kemendikbudristek terus Berupaya Percepat Pemulihan Sekolah dari Dampak Gempa

- Kamis, 24 November 2022 | 18:09 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim usai menyerahkan bantuan tanggap darurat bencana di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur pada Rabu, 23 November 2022. (SM/Dok)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim usai menyerahkan bantuan tanggap darurat bencana di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur pada Rabu, 23 November 2022. (SM/Dok)

CIANJUR, suaramerdeka-jakarta.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan terus berupaya menghadirkan berbagai dukungan untuk mempercepat pemulihan satuan pendidikan dan warga pendidikan dari dampak gempa. Perbaikan bangunan sekolah akan segera dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Untuk memenuhi hak belajar anak, beragam moda pembelajaran dapat diterapkan dalam masa tanggap darurat ini," ujar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim usai menyerahkan bantuan tanggap darurat bencana di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur pada Rabu, 23 November 2022.

Kewenangan pengelolaannya, lanjut Mendikbudristek, menyesuaikan situasi dan kondisi peserta didik, pendidik, dan sarana yang ada. Pengaturannya akan dikembalikan kepada Dinas Pendidikan setempat sesuai kewenangannya.

"Namun, kita harus utamakan keselamatan dan pemulihan dari trauma akibat bencana yang dialami. Saya rasa itu yang utama saat ini," tuturnya.

Sebelumnya, saat mendampingi Mendikbudristek meninjau bangunan sekolah yang rusak akibat gempa, Kepala SMA Negeri 2 Cianjur, Haruman Taufik mengungkapkan bahwa sekolahnya terdampak dua kali gempa. Gempa pertama tidak membuat bangunan sekolah rubuh.

Saat itu, jelas Haruman, para guru dengan sigap menginstruksikan seluruh peserta didik untuk meninggalkan ruang kelas dan berkumpul di lapangan. Lalu, setelah gempa kedua atau susulan, barulah membuat kerusakan yang lebih parah terutama enam ruang kelas di lantai dua.

"Saya salut dengan kesigapan para guru yang segera membawa anak-anak ke tempat aman," ujarnya.

Haruman menekankan bahwa siapapun dalam situasi bencana harus tetap tenang agar bisa mencari solusi.

Selain kerusakan enam kelas di lantai dua. Fasilitas belajar di kelas juga mengalami kerusakan. Pada masa tanggap darurat ini, para guru masih fokus untuk penyembuhan atas trauma yang dirasakan.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X