Masjid Al Manshur Wonosobo, Masjid Tua yang Jadi  Destinasi Religi

- Senin, 4 Juli 2022 | 08:04 WIB
Menparekraf kunjungi Masjid Al Mansur  Wonosobo
Menparekraf kunjungi Masjid Al Mansur Wonosobo


WONOSOBO.suaramerdeka-Jakarta.com-Wonosobo  - Masjid Al Manshur, Wonosobo menjadi tempat bermulanya penyebaran ajaran agama Islam di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Hingga kini masjid jadul itu masih  berdiri ajeg.

Masjid inilah yang disambangi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno kala berkunjung  Wonosobo.

Setibanya Menparekraf Sandiaga di Masjid Al Manshur Wonosobo, pada Sabtu (2/7/2022) malam, Kh.Abdul Kholik Arif salah seorang Budayawan dan Mutasyar NU, serta santri pondok pesantren menyambut kedatangan Sandiaga.

Baca Juga: Ini Pesan Menag untuk Petugas dan Jemaah Jelang Wukuf di Arafah

Menparekraf pun diajak melihat bagian dalam bangunan masjid yang bergaya arsitektur khas Islam Jawa. Masjid ini telah berdiri sejak tahun 1847.

Menparekraf juga berkesempatan untuk berziarah, karena di dalam kawasan masjid terdapat makam salah satu tokoh penting yang turut menyebarkan agama Islam di Wonosobo, yaitu Kyai Walik. Menurut cerita, Kyai Walik ini melakukan perjalanan ke wilayah Jawa Tengah dan bermukim di Wonosobo hingga akhir hayatnya.

Dikatakan Menparekraf, Masjid Al Manshur Wonosobo ini memiliki potensi wisata berbasis religi, sejarah, juga ziarah yang luar biasa dan punya potensi untuk dikembangkan.

Baca Juga: DPD Hargai Putusan Pemerintah terkait 10ribu Kuota Tambahan

Kendati demikian, potensi pariwisata ini perlu dibarengi dengan inovasi dan kreativitas yang _out of the box_, sehingga bisa dikembangkan potensi yang ada agar dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja.

Sebab, pariwisata memiliki _multiplier effect_, ketika wisatawan berkunjung ke suatu destinasi tentu ia akan mencari kuliner khas daerah hingga suvenir. Selain itu, ragam amenitas yang tersedia harus dijaga dengan baik.

“Penyebaran Islam di Pulau Jawa yang ternyata kilometer 0-nya ada di Wonosobo. Ini akan menjadi wisata ziarah yang paati dikunjungi, dan banyak masyarakat yang kalau berkunjung mereka pasti akan cari makan. Maka UMKM kulinernya akan tumbuh, kemudian fesyen khas Wonosobo pun bisa ikut terangkat seperti peci khas, kaos, dan lain sebagainya,” kata Menparekraf.

Baca Juga: Banjir Kabupaten Malaka dan Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur Telah Surut

Apalagi ternyata Masjid Al Manshur mempunyai kegiatan menarik, yaitu tradisi pengajian _setonan_ atau pengajian rutin setiap hari Sabtu. Kegiatan ini cukup banyak menarik wisatawan dari berbagai penjuru Kabupaten Wonosobo. Dengan digitalisasi promosi pariwisata ini bisa diperluas, sehingga Masjid Al Manshur tidak hanya dikenal di Kabupaten Wonosobo, tapi juga seluruh Indonesia bahkan global. Sehingga mendukung target Kemenparekraf untuk menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun 2022.

“Ayo semua jadi tulang punggung pemulihan ekonomi nasional, karena kita ingin ciptakan lapangan kerja. Kami di Kemenparekraf targetnya 1,1 juta lapangan kerja tahun ini insyaallah dapat kami ciptakan. Dan pada 2024 kami yakin 4,4 juta lapangan kerja baru dan berkualitas berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kita realisasikan,” ujarnya.

Pada kunjungan Menparekraf kali ini didampingi oleh Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Brigjen TNI Ario Prawiseso; Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; serta Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua.

Baca Juga: Sebanyak 88 KK Mengungsi Akibat Banjir dan Longsor Maluku Barat Daya

****

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X