Syukuri Nikmat yang Diberikan, Salah Satu Cara Memaknai Idul Adha

- Sabtu, 9 Juli 2022 | 21:18 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Biro Pemberitaan DPR RI)
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Biro Pemberitaan DPR RI)

 

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Umat muslim Indonesia diharapkan dapat merayakan Idul Adha dengan penuh makna. Meskipun pandemi Covid-19 masih ada.

"Gema takbir mulai berkumandang, tak terasa kini tibalah saatnya kita untuk berbagi. Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H," kata Ketua DPR RI Puan Maharani, Sabtu (9/7).

Dalam kesempatan itu, dia juga mengajak umat muslim untuk berserah dan bersyukur di hari yang suci ini. Dia mengatakan, mensyukuri nikmat yang diberikan Sang Maha Kuasa bisa menjadi salah satu cara dalam memaknai Idul Adha.

"Dalam semangat berkurban, mari kita capai kerendahan hati dan kepedulian pada sesama. Jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk melatih keikhlasan dan ketulusan dalam menjalankan perintah Allah SWT," ujarnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit mulut dan kuku (PMK) yang banyak menyerang sapi. Walaupun pemerintah telah melakukan pengawasan terhadap penjualan hewan kurban, warga diminta tetap melakukan antisipasi.

"Upaya untuk memastikan hewan kurban yang dijual adalah hewan sehat, sudah dilakukan. Meski begitu, masyarakat tetap harus waspada dengan merebus daging kurban minimal 30 menit saat dimasak. Ini untuk kebaikan bersama," tandasnya.

Ibadah Haji
Puan juga mengucapkan selamat kepada jemaah haji Indonesia yang sudah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Diharapkan, seluruh jemaah haji dapat pulang ke Indonesia dengan selamat dan dalam keadaan sehat.

"Ibadah haji tahun ini adalah yang pertama diikuti jemaah haji Indonesia setelah dua tahun absen akibat pandemi Covid-19. Saya bersyukur, jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lancar. InsyaAllah menjadi haji yang mabrur," tegasnya.

DPR RI sendiri telah melaksanakan fungsi pengawasan pelaksanaan ibadah haji melalui Komisi VIII. Dimana telah menerjunkan tim ke Mekkah dan Madinah.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X