Uzbekistan dan Indonesia dapat Kembangkan Potensi Wisata Religi

- Minggu, 11 September 2022 | 18:04 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani tengah berbincang dengan Mufti Zainiddin, yang juga Imam dan Juru Kunci Makam Imam Al-Bukhari. (Biro Pemberitaan DPR RI)
Ketua DPR RI Puan Maharani tengah berbincang dengan Mufti Zainiddin, yang juga Imam dan Juru Kunci Makam Imam Al-Bukhari. (Biro Pemberitaan DPR RI)

SAMARKAND, suaramerdeka-jakarta.com - Sebagai negara yang sama-sama memiliki penduduk mayoritas muslim, Indonesia dan Uzbekistan memiliki potensi pariwisata religi yang dapat dikembangkan. Salah satunya wisata ziarah di makam para Imam di Samarkand.
 
"Saya mengapresiasi hal ini sebagai upaya positif untuk merespon kebutuhan masyarakat kedua negara dalam bidang pariwisata religi," kata Ketua DPR RI Puan Maharani saat berkunjung ke makam Imam Al Bhukari di Samarkand, Uzbekistan, Jumat (9/9) lalu.

Kunjungan tersebut dilakukan disela-sela menghadiri Inter-Parliamentary Union (IPU) 14th Summit of Women Speakers of Parliament (14SWSP), yang diselenggarakan di ibu kota Uzbekistan, Taskhent.

Sementara itu Gubernur Samarkand Turdimov Erkinjon menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Puan yang merupakan keluarga dari Bung Karno.

"Bung Karno berperan dalam sejarah Samarkand. Bung Karno merupakan pemimpin pertama yang melakukan ziarah ke makam Imam Al Bukhari dalam sejarah modern Samarkand," ujarnya.

Karena jasa Bung Karno pulalah, sekarang orang asing dapat berkunjung ke makam. Bung Karno saat itu memberi syarat kepada Uni Soviet untuk menemukan dan memugar makam Imam Al Bukhari, saat diminta mengunjungi ke Taskhent dan Samarkand.

"Permintaan itu disampaikan ketika Bung Karno tengah mengunjungi Moskow, Rusia, yang saat itu masih sama-sama menjadi bagian dari Uni Soviet. Akhirnya Uni Soviet berhasil menemukan makam Imam Al Bukhari dan memugarnya," tandasnya.

Berziarah
Soekarno lalu datang dan berziarah ke makam Imam Al Bukhari, pada tanggal 6 September 1956. "Atas jasa Bung Karno, makam Imam Al Bukhari dapat ditemukan dan dirawat setelahnya sampai saat ini," tegas Erkinjon.

Gubernur lalu kemudian mengajak Puan untuk berziarah ke makam Imam Al Bukhari. Kedatangan Puan pada tanggal 9 September 2022, hampir mirip dengan tanggal kedatangan Bung Karno berziarah ke makam Imam Al Bukhari 66 tahun lalu.

Kehadiran Puan disambut oleh Imam dan Juru Kunci Makam Imam Al Bukhari bernama Mufti Zainiddin, yang pernah berkunjung ke Indonesia. Kepada Puan, Mufti Zainiddin berterima kasih atas jasa Bung Karno, yang mendesak penemuan dan perawatan makam Imam Al Bukhari.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Masjid Sheikh Zayed Simbol Persaudaraan Antar-Bangsa

Sabtu, 19 November 2022 | 15:07 WIB

Umat Islam Harus Teladani Kehidupan Rasulullah SAW

Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:32 WIB
X