Saparan Apem Yaa Qowiyyu, Inovasi Strategi Dakwah Kyahi Ageng Gribig

- Jumat, 16 September 2022 | 20:13 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membagikan apem pertama kepada masyarakat di Jatinom, Kabupaten Klaten (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membagikan apem pertama kepada masyarakat di Jatinom, Kabupaten Klaten (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)

KLATEN, suaramerdeka-jakarta.com - Setelah dua tahun digelar secara sederhana akibat kasus pandemi, Saparan Apem Yaa Qowiyyu pada tahun ini kembali dihadiri oleh puluhan ribu masyarakat. Dimana masyarakat ikut memeriahkan kegiatan yang telah diawali sebelumnya dengan Kirab Budaya Gunungan Apem dan Haul Kyahi Ageng Gribig.

"Sudah dua tahun dilaksanakan secara sederhana. Alhamdulillah Covid-19 dapat ditangani dengan baik, sehingga kemarin acara ini sudah diawali oleh Haul Kyahi Ageng Gribig," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membagikan apem pertama kepada masyarakat di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jumat (16/9).

Saparan Apem Yaa Qowiyyu sendiri merupakan inovasi strategi dakwah yang dilakukan Kyahi Ageng Gribig. Yakni dengan membagikan apem kepada masyarakat yang dimulai sejak 403 tahun yang lalu.

Kemeriahan terlihat dalam prosesi acara puncak Saparan Apem Yaa Qowiyyu. Kehadiran Airlangga dalam kesempatan tersebut, tidak hanya sebagai bentuk dukungan dalam upaya melestarikan tradisi dan budaya.

"Namun juga sebagai bentuk penghormatan dan upaya merawat peninggalan leluhur," ujar Airlangga yang masih merupakan keturunan langsung dari Kyahi Ageng Gribig.

Pembagian apem tersebut menjadi simbol fisik dari andum atau berbagi ampunan kepada sesama manusia. Yang mana merupakan ajaran dalam dakwah budaya yang disebarkan oleh Kyahi Ageng Gribig.

Tradisi andum pada awalnya mulai dilakukan Kyahi Ageng Gribig guna memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat. Khususnya dalam mengamalkan kebajikan berupa sedekah kepada sesama.

"Sehingga dapat mendorong terciptanya masyarakat yang damai dan saling peduli," tandasnya.

Dijalankan
Hingga kini, budaya sedekah tersebut tetap dijalankan masyarakat. Hal itu terlihat melalui pembagian sekitar hampir 5 ton apem, yang merupakan hasil sumbangsih masyarakat dari berbagai wilayah.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Made Kaek Datang, Chiang Mai Guncang.

Sabtu, 12 November 2022 | 22:40 WIB

Penyair Tua Membaca Batin Rohani Melalui Karya Puisi

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 07:21 WIB

Mengenalkan Bahasa Inggris Lewat Cerita Rakyat

Minggu, 16 Oktober 2022 | 13:02 WIB

Festival Seni Bali Jani Dimulai Hari Ini.

Senin, 10 Oktober 2022 | 06:27 WIB

Annie Ernaux: Kekuatan Menulis yang Membebaskan

Jumat, 7 Oktober 2022 | 20:45 WIB

Menulis Puisi Memang Tak Pernah Mati

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:29 WIB

Arch Hades dan Gelombang Penyair Instagram

Selasa, 27 September 2022 | 14:02 WIB

Arch Hades, Penyair Termahal Sepanjang Masa

Selasa, 27 September 2022 | 13:47 WIB
X