Penutupan Munas II Permabudhi, Ini Empat Pesan untuk Persatuan Umat Buddha Indonesia

- Senin, 26 September 2022 | 22:33 WIB

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com- Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) berakhir. Munas kali kedua ini ditutup Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Wamenag berharap Permabudhi terus menjalankan perannya yang sangat vital sebagai pelayan umat sekaligus mitra pemerintah.

“Banyak peran yang dapat dilakukan Permabudhi, di antaranya menjadikan agama sebagai sumber inspirasi, landasan berpikir dan kaidah penuntun di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan, bernegara,” pesan Wamenag di Jakarta, Minggu (25/9/2022). 

Baca Juga: Peta Koalisi Masih akan Berubah

Hadir, Bhikkhu Sangha, Dewan pengawas Permabudhi Budi Setiawan, Ketua umum Permabudi 2022 – 2026, Philip K. Widjaja, Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, Kepala Biro Analis Intelijen Hariyanta, Setditjen Bimas Buddha Nyoman Suriadarma, Ketua Umum PHDI Wisnu Bawa Tanaya, serta para pimpinan majelis.

“Terus jaga Indonesia dari upaya yang mencederai kesepakatan nasional, terus lakukan penguatan dan pemberdayaan umat, baik melalui bidang ekonomi, pendidikan, dan lainnya,” sambung Wamenag.

Di hadapan peserta munas, Wamenag menyampaikan empat pesan untuk Permabudhi dan umat Buddha.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Masifkan Uji Coba Konversi ke Kompor Listrik

Pertama, Permabudhi perlu terus teguh dalam menjaga dan mendorong pengarusutamaan moderasi beragama. Menurutnya, ini merupakan komitmen bersama sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2020-2024.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Terkini

Masjid Sheikh Zayed Simbol Persaudaraan Antar-Bangsa

Sabtu, 19 November 2022 | 15:07 WIB

Umat Islam Harus Teladani Kehidupan Rasulullah SAW

Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:32 WIB
X