31,4 Persen Remaja Alami Kecanduan Internet

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 08:59 WIB
Foto: tangkap layar YouTube Yayasan SEJIWA dalam peluncuran Jauhkan Adiksi Gawai Optimalkan Potensi Anak
Foto: tangkap layar YouTube Yayasan SEJIWA dalam peluncuran Jauhkan Adiksi Gawai Optimalkan Potensi Anak

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Sekitar 31,4 persen remaja mengalami kecanduan internet. Hal tersebut disampaikan dr. Kristiana Siste melalui survei dan tim terhadap 643 remaja di Jakarta menemukan kondisi kejiwaan anak-anak yang memprihatinkan.

"Kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian semua orang, baik dari pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga masyarakat, sekolah, orang tua, serta remaja dan dewasa muda itu sendiri," ujarnya.
 
Kemudian, sebanyak 67,2 persen remaja menggunakan internet lebih 20 jam per minggu, ada pula 96,9 persen mengaksesnya melalui gawai pintar pribadi dan 91,1 persen mengakses di rumah. Akibatnya, sebanyak 56,3 persen remaja memiliki masalah perilaku dan 48,2 persen memiliki masalah depresi.
 
"Hal ini harus diintervensi segera karena kecanduan internet menimbulkan dampak negatif bagi otak, fisik, kesehatan jiwa, dan sosial," tuturnya.
 
Kristiana menjelaskan bahwa orang dengan kecanduan internet mengalami perubahan di otak yaitu terjadinya
penurunan konektivitas fungsional otak antara area parietal lateral dan korteks prefrontal lateral. 
 
"Hal ini menyebabkan seseorang sulit membuat keputusan, sulit konsentrasi dan fokus, pengendalian diri buruk, prestasi menurun, penurunan kapasitas proses memori, serta kognisi sosial negatif," jelasnya.
 
Sementara Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto mengajak para orang tua dan tenaga pendidik untuk ikut turut serta dalam proses
transformasi digital.
 
"Mari kita dampingi dan arahkan anak-anak supaya bisa menjalankan
kehidupan yang seimbang, yang akan bisa membuat mereka bertumbuh kembang dengan optimal," ajak Bonifasius.
 
Untuk itu, Kementerian Kominfo bersama mitra jejaring Siberkreasi secara masif juga melakukan literasi digital kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk didalamnya orang tua, tenaga pendidik, dan pelajar untuk dapat menjadi warganet yang semakin cakap digital. ***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pakar Udinus Nilai Bjorka Cuma Hacker Lokal

Senin, 12 September 2022 | 11:28 WIB

Utut Adianto: Kemajuan Internet Telah Mengubah Dunia

Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:47 WIB

Penting Untuk Hadirkan Pancasila di Ruang Digital

Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:07 WIB

Indonesia Masuki Fase Kedaulatan Digital

Rabu, 8 Juni 2022 | 11:21 WIB

Asyiknya Jual-Beli Di Dunia Digital

Jumat, 8 April 2022 | 11:49 WIB

31,4 Persen Remaja Alami Kecanduan Internet

Selasa, 5 Oktober 2021 | 08:59 WIB
X