Abimanyu Wahjoewidajat, perubahan nama Facebook memakan biaya bagi berbagai aplikasi dan penyedia layanan.

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 20:10 WIB

 

 

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com- Pengamat IT,  Abimanyu Wahjoe mengatakan perubahan nama Facebook memakan biaya bagi berbagai aplikasi dan penyedia layanan apapun dan
apapun yang memanfaatkan Facebook .
" Termasuk apapun yang melakukan hard coding untuk akses ke url Facebook, dimana mereka harus mengubah URLnya. Dan hal itu tidak sekedar mengubah tetapi sampai menguji dalam berbagai tingkatan kemudian mendokumentasi," kata Abimanyu Wahjoewidajat.
Abimanyu Wahjoewidajat juga mengungkapkan dalam berbagai perjanjian, syarat dan ketentuan dan lain- lain yang melibatkan kata Facebook dan klausulnya tidak mengantisipasi dan tentu tidak mengira akan terjadi perubahan nama seperti itu maka mereka harus membuat suatu addendum atau revisi atas hal tersebut agar secara hukum ketentuannya bisa tetap valid karena dimata hukum nama Facebook dan Meta merupakan sesuatu yang berbeda.

 

Baca Juga: Kemendikbudristek : Tidak dipungkiri Masih Ada Pelajar Akibat Kurangnya Karakter Baik

Walaupun sebagai manusianya pasti kalangan aparat hukum mengetahui apa yang dimaksud dengan kata Facebook pada materi hukum yang dipermasalahkan telah berubah menjadi Meta.
" Tapi hal ini bukan sekedar perubahan semata melainkan juga waktu terjadinya sesuatu hal yang melibatkan hukum tersebut Apakah sebelum atau sesudah berubah menjadi Meta,"ujar Abimanyu.
Abimanyu Wahjoewidajat mengungkapkan, begitu pula untuk hal yang sekedar libatkan narasi di masa depan tentu tidak cukup sekedar menyampaikan kata Meta apabila info tersebut merupakan sesuatu hal yang terjadi sebelum perubahan nama sehingga penyebutan kata Meta kemudian perlu diimbuhi penjelasan misal *Meta, yang dulunya masih bernama Facebook* atau *Facebook sebagai asal muasal Meta*.

 

Baca Juga: Kementerian Kominfo Putus Akses 4.906 Pinjol Ilegal

Abimanyu Wahjoewidajat juga menambahkan , di luar itu semua tentu pergantian nama ini pasti juga dengan mempertimbangkan betul arti nama Meta pada berbagai bahasa guna memastikan penampungan tersebut tidak memberikan konotatif, kontradiktif atau bahkan negatif pada suatu bahasa sebagai contoh banyak layanan digital yang mempunyai arti dan konotasi yang yang sangat berbeda dalam bahasa Indonesia sebagai contoh, sekali lagi Ini sekedar contoh: ITIL, Sangean, "
Maaf saya pakai contoh itu dan tidak saya perlu saya sensor karena memang mereferensi pada suatu nama dan teknologi yang terkait dengan ICT dll. Sbg contoh ITIL bagi orang digital sangat dikenal sebagai Information Technology Infrastructure Library,"tuturnya lagi.***

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Terkini

Kamu Nanya HP Sejutaan yang Bisa Awet & Tahan Lama?

Jumat, 18 November 2022 | 15:27 WIB

Makin Terasa Aman Dengan Teknologi Yang Satu Ini

Rabu, 16 November 2022 | 14:25 WIB

Xiaomi 12T 5G Siap Meluncur di Pasar Indonesia

Sabtu, 12 November 2022 | 12:44 WIB
X