Cloud Tingkatkan Efisiensi Pelayanan Publik dan Ciptakan Lapangan Kerja

- Selasa, 23 Agustus 2022 | 16:01 WIB
Seminar CSIS Indonesia juga diadakan secara online melalui Zoom pada hari Selasa (23/8) (Dok: Tangkapan layar Webinar)
Seminar CSIS Indonesia juga diadakan secara online melalui Zoom pada hari Selasa (23/8) (Dok: Tangkapan layar Webinar)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com – Komputasi awan (cloud computing)—penyedia jasa infrastruktur, layanan, dan perangkat lunak sesuai permintaan melalui jaringan, memainkan peran penting dalam agenda transformasi digital Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan Pusat Data Nasional (PDN), yang bertujuan untuk mengkonsolidasikan dan merampingkan berbagai aplikasi layanan publik menuju Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau sistem pemerintahan elektronik (e-government). Inisiatif ini merupakan bagian dari kerangka hukum untuk layanan egovernment—Peraturan Pemerintah No. 95/2018 (PP 95).

Sayangnya, adopsi komputasi awan di Indonesia, khususnya di sektor publik, masih terbatas dan jauh tertinggal dari negara-negara lain. Menurut peringkat E-Government Development Index (EGDI) E-government negara ini masih dalam tahap awal adopsi. Survei E-Government 2020 Perserikatan Bangsa-Bangsa 2020 menunjukkan bahwa EGDI Indonesia berada di peringkat 88, dari 193 negara. Fakta ini mengindikasikan bahwa digitalisasi pelayanan publik di Indonesia perlu lebih ditingkatkan.

Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang adopsi cloud computing di sektor publik Indonesia, membahas beberapa keuntungan penting, dan tantangan yang dihadapi oleh sektor publik, mengukur dampak ekonomi dari teknologi cloud, dan merumuskan rekomendasi kebijakan. Penelitian ini diharapkan memperlihatkan bagaimana Indonesia dapat membuka potensi penuh dari komputasi awan, khususnya dalam meningkatkan pelayanan publik.

Baca Juga: Kabar Pertalite Bakal Naik, Jokowi: Dihitung Betul Dulu, Baru Ada Keputusan

Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-method) yang meliputi pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Studi ini melakukan survei, kelompok diskusi terfokus (focus group discussion), dan wawancara dengan personel IT dan pengambil keputusan di sektor publik, termasuk instansi pemerintah daerah dan pusat, perguruan tinggi dan rumah sakit yang berlokasi di 5 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Gorontalo. Di bawah ini adalah beberapa temuan utama yang ditemukan dalam penelitian ini.

Hanya 30 persen, dari 169 lembaga publik yang disurvei, menunjukkan bahwa mereka telah menggunakan layanan cloud, dengan yang terendah ada di sektor kesehatan atau rumah sakit (8,8%) dan pemerintah daerah (25%). Namun, prospek adopsi cloud di sektor publik Indonesia cukup cerah, karena ada hampir 40 persen organisasi publik yang berencana untuk menggunakannya di masa depan.

Lembaga publik mengadopsi teknologi cloud hanya sebagai tambahan atau perpanjangan dari server lokal dan colocation, yaitu, hanya ketika mereka menganggap kapasitas yang ada tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan tidak melibatkan data sensitif. Sebagian Lembaga publik yang menggunakan cloud telah memperoleh berbagai manfaat seperti pengurangan biaya, peningkatan efisiensi dan produktivitas, kelincahan dan skalabilitas, serta ketahanan. 

Baca Juga: Perlu Ada Bilateral Investment Treaty Antara RI dan Timor Leste

Lebih dari 27 persen dan hampir 10 persen, lembaga publik yang menggunakan cloud menunjukkan bahwa lembaga mereka masing-masing mendapatkan penghematan biaya sekitar 0-10% dan 11-20%. Setelah adopsi cloud, jumlah aplikasi yang dikembangkan dalam satu tahun meningkat dari hampir 4 aplikasi menjadi lebih dari 6 aplikasi dan rata-rata waktu yang dihabiskan oleh masyarakat untuk mengakses aplikasi meningkat dari sekitar 7 jam menjadi lebih dari 8 jam.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: Pers Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kamu Nanya HP Sejutaan yang Bisa Awet & Tahan Lama?

Jumat, 18 November 2022 | 15:27 WIB

Makin Terasa Aman Dengan Teknologi Yang Satu Ini

Rabu, 16 November 2022 | 14:25 WIB
X